Categories
Information Technology

Sierra C885 + XL Internet Prabayar

Yaaaayyyyy senangnya hati ini.. la la la.. 😀

Kmaren siang pas jam istirahat kantor aku langsung ngibrit ke mall Ambassador di Kuningan, mau beli modem Sierra C885 yang udah di-idam2-kan dari dulu.

Sempet muter-muter di mall tersebut, tanya sana tanya sini. Ternyata harganya bervariasi, mulai dari 570 sampai ada yang jual 650 ribu rupiah. Varian nya pun seolah-olah ada 2, yang ada logo AT&T di atasnya, dan polos hitam tanpa ada logo apa-apa. Pas liat barang yang ada logo AT&T, kok aku ngerasa agak janggal. Bagian atas dari modem-modem tersebut (ya, aku lihat ga cuma satu barang aja, tapi beberapa) kok udah pada gores halus gitu ya. Kayak barang bekas.

Wah.. mulai berpikiran jangan-jangan barang dengan logo AT&T dan dengan packaging warna biru muda yang terlihat tidak meyakinkan ini adalah barang bekas, refurbished, atau return dari pelanggan AT&T di luar negeri sana. Secara kan garansi barang ginian pasti replacement, bukan repair lalu dikembalikan.

Lalu aku liat di toko lain ada yang jual modem Sierra C885 dengan warna hitam polos, tanpa ada logo AT&T di atasnya. Secara kasat mata sih modem yang ini terlihat meyakinkan. Pelindung plastik modem masih nempel, packagingnya juga terlihat lebih rapi dan profesional. Langsung hajar aja deh tanya harga nett nya ke yang punya toko. Bungkus bang! hehe..

Oyah, untuk masalah varian-varian modem yang terlihat gores atau packaging tidak meyakinkan, mungkin berbeda-beda yah tiap toko. Aku gak bilang bahwa semua modem dengan logo AT&T dan packaging/kardus warna tertentu tersebut adalah barang bekas atau refurbished. Mungkin berbeda antara toko yang satu dengan yang lain. Atau antar mall yang satu dengan yang lain, hehe… Hati-hati dan teliti sebelum membeli, kawan 🙂

Urusan modem kelar, skarang tinggal urusan kartu perdana internetnya nih. Mau pake apa? Indosat M2, Telkomsel Corporate Unlimited, atau -yang baru aja keluar- XL Unlimited Internet? Perdana Indosat M2 skarang na’ujubilah amit-amit mahalnya. Untuk yang perbulannya 125 ribu, harga perdananya 500 ribu. Ah nggak deh, lewat.. Trus untuk Telkomsel Corporate Unlimited, kebetulan aku gak bisa daftar karena kata orang Telkomsel (yang kantornya persis di atas kantorku) saat ini pengajuan Telkomsel Corporate *Basic *sedang di-pending. Gak jelas kapan bisa buka pendaftaran baru lagi. Mau coba-coba beli di luar agak ribet, mesti nunggu billing cycle yang mengikuti tanggal kalender. Belum lagi dengan review miring oleh kawan-kawan di forum kaskus, banyak yang komplain. Ada yang bilang lambat banget lah, susah konek lah, bahkan sampai kartu mati gak bisa dipake.

Okay..akhirnya pilihan jatuh pada kartu perdana prabayar XL. Selain menurutku lebih simple dalam penggunaan, karena kita gak perlu daftar ini itu dan kartu bisa langsung aktif, juga karena tarif bulanannya cukup wajar, 150 ribu rupiah. Isi ulang bisa pake voucher XL biasa, atau elektrik. Yang jelas, pastikan sebelum hari ke-30 pulsa kita harus tetap di atas 150 ribu rupiah. Untuk masalah kecepatan kurasa standar aja. Download speed ada di rentang 10-30 kBps. Oya, selama sebulan kita diberikan quota sebesar 1 Gigabytes, dan setelah lewat dari quota maka bandwidth akan diturunkan menjadi 64 kbps atau setara 8 kBps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *