DNS Server Benchmark – Google Public DNS vs OpenDNS

Tanggal 12 Desember lalu Google launching layanan baru bagi pengguna internet, yaitu Google Public DNS. Kurang lebih layanan ini serupa tapi tak sama dengan layanan OpenDNS yang udah duluan ada, kurang lebih sejak 3 tahun lalu.

Pentingnya kegunaan DNS server mulai terasa sejak aku pakai internet Speedy di rumah. Seringkali DNS server default Telkom Speedy down sehingga menyebabkan aku ga bisa browsing internet, karena browser ga bisa melakukan resolusi hostname. Dulunya aku pikir yang terpenting untuk DNS Server adalah “yang terdekat otomatis tercepat”.

Ternyata salah. Selain urusan kecepatan response time, ada faktor yang lebih penting lagi yaitu “reliability”, seberapa sering server tersebut mengalami downtime. Dengan adanya layanan Google Public DNS, justru membuat aku sedikit bingung; “DNS Server mana yang sebaiknya digunakan?” OpenDNS yang udah berpengalaman selama kurang lebih 3 tahun sebenernya belum pernah mengecewakan, tapi nama besar Google cukup membuatku tertarik untuk mencoba Google Public DNS.

Untungnya ada tool bagus buatan Google yang gunanya untuk melakukan benchmarking DNS Server, namanya NameBench. Program ini tersedia untuk Windows, Linux, dan OS X. Berikut skrinsutnya;

namebench-23

Udah aku coba program ini di Linux dan Windows, dengan menggunakan ISP XL HSDPA. Hasilnya kurang lebih seperti ini;

Mean Response Duration
mean-response-duration

Fastest Individual
fastest-individual

NameBench akan memberikan rekomendasi DNS Server mana yang sebaiknya digunakan di akhir test. Untuk lebih jelasnya, silakan liat halaman inidengan grafis yang lebih user friendly 😀 So, which DNS server do You use? 😉

One Reply to “DNS Server Benchmark – Google Public DNS vs OpenDNS”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *