Download Lagu di Google

Just another quick tips & reminder, ini dia cara mendownload lagu di Google. Ngga harus lagu, film atau file lainnya juga bisa, tinggal ganti aja mp3 dengan extension yang lain seperti wma, wav, dll.

inurl:htm -inurl:html intitle:"index of" "Last modified" mp3

inurl:htm -inurl:html intitle:"index of" mp3 "pearl jam"

Have fun!

Google Geotargeting

Beberapa waktu yang lalu, saya mengganti alamat blog ini dari yang tadinya koole.web.id menjadi ariw.net. Proses perpindahan domain ini sebenernya ngga sulit, cuma memang ada beberapa langkah yang sedikit “techie” semisal melakukan “search and replace” di database, dan langkah yang paling penting adalah memberikan “301 redirect” pada domain yang lama. 301 redirect gunanya supaya search engine seperti Google ngga meng-index lagi domain yang lama, tapi mulai meng-index domain baru tanpa mengorbankan “score SEO” yang dimiliki domain lama.

Ah tapi saya ngga akan terlalu jauh ngebahas soal itu. Yang mau saya bahas kali ini adalah tentang Google Geotargeting. Sebenernya saya tau tentang istilah ini juga baru beberapa jam yang lalu. Yaitu ketika saya mulai penasaran, kok pengunjung yang datang dari Google ke blog ini sekarang NGGA ADA? Dari yang tadinya ~50-60 hits per hari (yang datang dari Google) sekarang cuma 0 atau paling banyak 1. Setelah Googling ternyata dugaan saya bener, Google memberikan hasil pencarian berdasarkan Country Code Top Level Domain, selain juga berdasarkan bahasa yang digunakan di website, IP address, dan beberapa faktor lainnya.

Jadi misalnya gini, domain saya sebelumnya adalah koole.web.id yang merupakan Country Code Top Level Domain (ccTLD) Indonesia (.id), sehingga website saya nantinya akan (lebih sering) muncul pada hasil pencarian user yang berasal dari Indonesia atau berbahasa Indonesia. Nah berhubung domainnya sekarang menggunakan TLD .net maka website ini pun ngga lagi dikhususkan untuk user yang berbahasa atau berlokasi di Indonesia. Tapi bukan berarti domain .net ini ngga muncul sama sekali di Indonesia, cuma memang Google akan memberikan “weight / score” tersendiri.

Untungnya Google memberikan fasilitas “Geographic target” di Google Webmaster Tools. Kita harus daftar dulu dan verifikasi kepemilikan domain untuk menggunakan fasilitas ini. Jadi kalau kita udah mengeset Geographic target, misalnya ke Indonesia, walaupun domain yang digunakan TLD general atau negara lain, maka Google akan memberikan score lebih kepada domain tersebut untuk ditampilkan pada hasil pencarian user Indonesia. Untuk mengeset Geographic target di Google Webmaster Tools:

  1. Di Home Page Webmaster Tools, klik website yang diinginkan (kita bisa menambahkan banyak site / domain di Webmaster Tools)
  2. Pada Site Configuration, klik Settings
  3. Di bagian Geographic target, pilih negara yang diinginkan. Kalau Anda ngga mau domainnya terasosiasi dengan negara atau region tertentu, maka pilih Unlisted

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang Geotargeting, faktor-faktor yang digunakan, dan daftar domain International / General bisa merujuk ke halaman ini:http://support.google.com/webmasters/bin/answer.py?hl=en&answer=62399

DNS Server Benchmark – Google Public DNS vs OpenDNS

Tanggal 12 Desember lalu Google launching layanan baru bagi pengguna internet, yaitu Google Public DNS. Kurang lebih layanan ini serupa tapi tak sama dengan layanan OpenDNS yang udah duluan ada, kurang lebih sejak 3 tahun lalu.

Pentingnya kegunaan DNS server mulai terasa sejak aku pakai internet Speedy di rumah. Seringkali DNS server default Telkom Speedy down sehingga menyebabkan aku ga bisa browsing internet, karena browser ga bisa melakukan resolusi hostname. Dulunya aku pikir yang terpenting untuk DNS Server adalah “yang terdekat otomatis tercepat”.

Ternyata salah. Selain urusan kecepatan response time, ada faktor yang lebih penting lagi yaitu “reliability”, seberapa sering server tersebut mengalami downtime. Dengan adanya layanan Google Public DNS, justru membuat aku sedikit bingung; “DNS Server mana yang sebaiknya digunakan?” OpenDNS yang udah berpengalaman selama kurang lebih 3 tahun sebenernya belum pernah mengecewakan, tapi nama besar Google cukup membuatku tertarik untuk mencoba Google Public DNS.

Untungnya ada tool bagus buatan Google yang gunanya untuk melakukan benchmarking DNS Server, namanya NameBench. Program ini tersedia untuk Windows, Linux, dan OS X. Berikut skrinsutnya;

namebench-23

Udah aku coba program ini di Linux dan Windows, dengan menggunakan ISP XL HSDPA. Hasilnya kurang lebih seperti ini;

Mean Response Duration
mean-response-duration

Fastest Individual
fastest-individual

NameBench akan memberikan rekomendasi DNS Server mana yang sebaiknya digunakan di akhir test. Untuk lebih jelasnya, silakan liat halaman inidengan grafis yang lebih user friendly 😀 So, which DNS server do You use? 😉